UNBP Menang Hibah Nasional PM-BEM 2025

Dirilis pada: 07 Sep 2025 05:14:30 WIB | 4 months ago | Oleh: LPPM UNBP

UNBP Menang Hibah Nasional PM-BEM 2025
Klik untuk memperbesar

Lhokseumawe – Sebuah kabar menggembirakan datang dari Universitas Bumi Persada (UNBP). Tim pengabdian yang diketuai oleh Husna Maulida, M.Keb, dengan anggota Ismuhadi, M.Si dan Eka Utaminingsih, MT berhasil meraih pendanaan nasional dalam program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (PM-BEM) Tahun Anggaran 2025.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi mengumumkan hasil seleksi tersebut melalui surat bernomor 0916/C3/AL.04/2025 tertanggal 7 September 2025.

Program yang diusulkan Husna mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Implementasi Model Penanganan Stunting Permata Pomaa Berbasis Edukasi Digital dan Pengembangan Gitok (Gizi Teknologi Hidroponik) di Desa Simpang Lhee, Kota Langsa”.

Program ini mengusung konsep Penanganan Stunting Model Permata Pomaa berbasis edukasi Digital dan ”Gitok” (Gizi Teknologi Hidroponik), sebuah terobosan yang menggabungkan konsep edukasi digital dalam penanganan stunting Permata Pomaa dan budidaya sayuran bergizi melalui teknik hidroponik sederhana. 

“Kami ingin masyarakat tidak hanya diberi pengetahuan, tetapi juga diberi keterampilan praktis agar bisa mandiri dalam mengolah makanan bagi anak, menghasilkan bahan pangan yang bergizi dengan memanfaatkan lahan seadanya. Hidroponik adalah solusi sederhana yang bisa menghasilkan pangan bergizi sekaligus menambah penghasilan rumah tangga,” tutur Husna Maulida penuh semangat.

Berbeda dari pendekatan konvensional, tim ini menawarkan inovasi dengan menggabungkan model penanganan stunting Permata Pomaa berbasis edukasi digital dan teknologi hidroponik sederhana. Melalui model Permata Pomaa, masyarakat akan dibekali pengetahuan tentang gizi, pola makan, pijat untuk meningkatkan nafsu makan anak lewat platform digital yang mudah diakses.

Sesuai skema PM-BEM, mahasiswa ditempatkan sebagai aktor utama. Mereka akan turun langsung ke Desa Simpang Lhee untuk mendampingi warga, membuat konten edukasi digital, hingga mengajarkan teknik bercocok tanam hidroponik.

Keistimewaan program ini terletak pada peran aktif mahasiswa. Mereka tidak hanya mendampingi masyarakat, tetapi juga menjadi motor utama dalam mengedukasi, mengelola, dan mengimplementasikan teknologi di lapangan.

Menurut Husna, mahasiswa adalah agen perubahan yang memiliki semangat sekaligus kedekatan dengan masyarakat. “Kehadiran mahasiswa menjadikan program ini lebih membumi. Mereka belajar langsung dari masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata,” tambahnya.

Dengan pendekatan ini, program tidak hanya menyasar penurunan angka stunting, tetapi juga membentuk masyarakat yang lebih melek teknologi, sehat, dan berdaya secara ekonomi.

Rektor UNBP, Hari Toha Hidayat, memberikan apresiasi tinggi atas capaian ini. “Prestasi Bu Husna membuktikan bahwa dosen UNBP mampu melahirkan program inovatif yang melibatkan mahasiswa secara langsung. Ini selaras dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus menjawab tantangan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Keberhasilan ini semakin menegaskan posisi Universitas Bumi Persada sebagai kampus yang aktif berkontribusi nyata melalui penelitian dan pengabdian masyarakat.

Dengan program Permata Pomaa berbasis Edukasi digital dan inovasi Gitok, Desa Simpang Lhee diharapkan menjadi model pemberdayaan baru yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Aceh maupun Indonesia.

 

Back to News List