Universitas Bumi Persada Raih Hibah Nasional Kemdiktisaintek, Satu-Satunya Kampus Swasta Aceh yang Lolos Skema Desa Binaan

Dirilis pada: 23 Sep 2025 05:07:30 WIB | 5 months ago | Oleh: LPPM UNBP

Universitas Bumi Persada Raih Hibah Nasional Kemdiktisaintek, Satu-Satunya Kampus Swasta Aceh yang Lolos Skema Desa Binaan
Klik untuk memperbesar

Lhokseumawe – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh civitas akademika Universitas Bumi Persada (UNBP). Tim dosen lintas disiplin ilmu yang diketuai oleh Arista Ardilla, S.Tr.Keb., M.K.M berhasil memenangkan hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun anggaran 2025 dalam skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB). Pengumuman ini tertuang dalam surat nomor 0914/C3/AL.04/2025 yang di tanda tangani oleh direktur penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Program yang diusung berjudul “Pemberdayaan Desa Binaan melalui Optimalisasi MP-ASI Lokal dan Edukasi Digital untuk Penguatan Posyandu dalam Pencegahan Stunting di Gampong Blang Teue, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe”.

Dalam pelaksanaannya, Arista menggandeng dua kolega dari UNBP, yakni Eka Sutrisna, SKM., M.Kes dan Muhammad Kahfi Aulia, S.Kom.,M.Cs, serta berkolaborasi dengan Ns. Zulkarnaini, S.Kep., M.Kep dari Universitas Syiah Kuala. Tak ketinggalan, empat mahasiswa UNBP juga dilibatkan sebagai motor penggerak lapangan. 

Program ini dirancang selama tiga tahun dengan tujuan menjawab urgensi masalah stunting yang masih menjadi momok di Aceh, termasuk di Lhokseumawe.  “Anak-anak adalah masa depan kita. Tetapi kenyataannya, masih banyak balita di desa menghadapi risiko gizi buruk dan stunting. Kami ingin hadir dengan solusi berbasis potensi lokal yang bisa diolah menjadi MP-ASI bergizi, sekaligus menguatkan Posyandu melalui teknologi digital,” ujar Arista Ardilla, saat ditemui usai pengumuman hibah.

Salah satu inovasi yang akan dilakukan adalah produksi MP-ASI NABUNG (Nugget Ikan Kembung), yang memanfaatkan bahan pangan lokal seperti ikan kembung, daun kelor. Produk ini tidak hanya bernilai gizi tinggi, tetapi juga mudah diproduksi oleh ibu-ibu PKK di desa.

Selain itu, program ini juga akan memperkenalkan edukasi digital dengan melatih kader Posyandu menggunakan Google Sheets dan aplikasi Posyandu Digital untuk mencatat tumbuh kembang balita secara modern.

Program PDB yang didanai Kemdiktisaintek memang mewajibkan adanya kolaborasi lintas klaster, multidisiplin ilmu, serta kerja sama erat dengan pemerintah desa. Untuk itu, Gampong Blang Teue dipilih sebagai desa binaan dengan dukungan penuh dari aparatur desa, kader Posyandu, dan ibu-ibu PKK.

Keuchik Blang Teue, Muhammad Nasir, menyambut baik hadirnya program ini. “Selama ini masyarakat hanya mengandalkan cara-cara tradisional dalam memberikan makanan tambahan pada anak. Dengan adanya pendampingan dari kampus, kami berharap ibu-ibu di desa lebih terampil mengolah makanan sehat dan Posyandu kami lebih modern,” ungkapnya.

Prestasi ini kian membanggakan karena Universitas Bumi Persada menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta di Aceh yang berhasil meraih hibah PDB 2025. Dari ratusan proposal yang masuk, hanya 102 yang dinyatakan lolos seleksi nasional, termasuk UNBP.

Rektor Universitas Bumi Persada, Hari Toha Hidayat,M.Cs menyebut keberhasilan ini sebagai momentum penting. “Kami bangga karena UNBP mampu bersaing dengan kampus-kampus besar di Indonesia. Program ini membuktikan bahwa dosen-dosen muda UNBP tidak hanya berkarya di ruang kelas, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Tidak hanya menargetkan penurunan angka stunting, program ini juga mendorong kemandirian masyarakat. Kader Posyandu dan ibu-ibu PKK akan dilatih mulai dari produksi MP-ASI, branding dan pemasaran produk, hingga pemanfaatan media digital.

Menurut Ketua Tim Arista Ardilla, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. “Kami ingin masyarakat bukan sekadar objek, tapi subjek yang mandiri. Setelah program selesai, mereka tetap bisa melanjutkan produksi MP-ASI, mencatat tumbuh kembang balita secara digital, dan bahkan menjadikan produk gizi sebagai usaha keluarga,” jelasnya.

Program yang dibiayai melalui mekanisme kontrak dengan LLDIKTI XIII ini diharapkan menjadi model percontohan yang bisa direplikasi di desa lain. Ke depan, tim berencana memperluas dampak program ke dua desa lain setelah tahun ketiga.

Bagi masyarakat Blang Teue, hadirnya program ini disambut penuh antusias. “Kami senang sekali, apalagi ada pelatihan membuat makanan sehat untuk anak. Semoga anak-anak kami bisa tumbuh lebih sehat dan pintar,” tutur Nurliza, salah seorang kader Posyandu.

Dengan semangat kolaborasi antara kampus, pemerintah desa, dan masyarakat, program ini diyakini menjadi langkah nyata menuju Aceh bebas stunting.

Back to News List